PALEMBANG — Kepolisian Sektor Seberang Ulu II (Polsek SU II) Palembang memperkuat pendekatan preventif kepada kalangan pelajar dengan memberikan edukasi mengenai bahaya perundungan atau bullying, rokok, dan penyalahgunaan narkoba.
Pesan tersebut disampaikan Kapolsek Seberang Ulu II Palembang, Kompol Dedi Rahmat Hidayat, S.H., saat menjadi pembina upacara bendera di SMP Patra Mandiri 02 Palembang, Senin (10/8/2026).
Upacara yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB tersebut diikuti jajaran sekolah, dewan guru, staf, serta para siswa SMP Patra Mandiri 02 Palembang.
Turut hadir Konsultan SMP Patra Mandiri 02 Palembang Purwiyono, S.Pd., M.Si., Kepala SMP Patra Mandiri 02 Palembang Aman Syaputra, S.Sos., S.Pd., Gr., serta alumni sekolah, Obi dan Irfan.
Polisi Masuk Sekolah, Pencegahan Dimulai dari Pelajar
Dalam amanatnya, Kompol Dedi Rahmat Hidayat memberikan perhatian terhadap persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja dan lingkungan pendidikan, terutama praktik bullying, bahaya merokok, serta ancaman penyalahgunaan narkoba.
Edukasi sejak usia sekolah dinilai penting karena lingkungan pendidikan tidak hanya menjadi tempat membangun kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran hukum generasi muda.
Para pelajar diharapkan tidak menjadi pelaku maupun membiarkan terjadinya perundungan terhadap teman di lingkungan sekolah ataupun di luar sekolah.
Perundungan, baik secara fisik, verbal maupun melalui media sosial, dapat menimbulkan dampak serius terhadap korban dan mengganggu terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Karena itu, komunikasi antara siswa, guru, orang tua dan lingkungan sekitar perlu terus diperkuat sehingga persoalan yang dialami pelajar dapat diketahui dan ditangani sejak dini.
Ingatkan Bahaya Rokok dan Narkoba
Kapolsek SU II juga mengingatkan para siswa agar tidak mencoba rokok maupun terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Lingkungan pergaulan menjadi salah satu faktor yang perlu mendapatkan perhatian. Pelajar didorong untuk berani menolak ajakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun masa depan mereka.
Kehadiran kepolisian di lingkungan sekolah sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara aparat penegak hukum dan generasi muda.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat pelajar memahami bahwa kepolisian tidak hanya hadir dalam proses penegakan hukum setelah suatu pelanggaran terjadi, tetapi juga memiliki peran dalam melakukan pembinaan dan pencegahan.
Ajak Pelajar Isi Kemerdekaan dengan Kegiatan Positif
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, Kompol Dedi Rahmat Hidayat juga mengajak seluruh siswa menyambut dan memeriahkan kemerdekaan melalui berbagai kegiatan serta perlombaan yang positif.
Semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui disiplin, prestasi, menjaga persatuan serta menjauhi perilaku yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Bagi pelajar, mengisi kemerdekaan dapat dilakukan dengan belajar sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, menjaga persahabatan, menghindari kekerasan serta berani mengatakan tidak terhadap narkoba.
Sekolah Jadi Ruang Strategis Pembinaan Generasi Muda
Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 07.20 WIB dan ditutup dengan pembacaan doa tersebut berlangsung tertib dan kondusif.
Program pembinaan melalui sekolah memiliki posisi strategis karena pelajar merupakan kelompok usia yang sedang mengalami pembentukan karakter dan pola pergaulan. Edukasi yang dilakukan secara langsung diharapkan dapat memperkuat kesadaran mereka terhadap konsekuensi dari berbagai bentuk kenakalan remaja.
Sinergi kepolisian, sekolah, guru, orang tua dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman sekaligus mencegah generasi muda menjadi korban maupun pelaku tindak pidana.
Kegiatan Kapolsek SU II tersebut sekaligus membawa pesan bahwa pelayanan kepolisian kepada masyarakat tidak semata dilakukan melalui penindakan, tetapi juga melalui pembinaan, edukasi dan pencegahan sejak dini.
Dengan pendekatan langsung kepada pelajar, kepolisian berharap generasi muda Palembang tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, sadar hukum, bebas narkoba, menolak bullying, serta mampu mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang produktif dan berprestasi.
Redaksi













