PALEMBANG – Antrean panjang kendaraan terjadi di SPBU 24.302.22 Jalan Ahmad Yani, Kota Palembang, Rabu (5/8/2026). Puluhan sepeda motor dan mobil tampak mengular hingga keluar area SPBU dan memakan sebagian badan jalan setelah dua SPBU di sepanjang Jalan Ahmad Yani menghentikan sementara pelayanan Pertalite akibat keterlambatan pasokan BBM.
Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean kendaraan didominasi sepeda motor yang menunggu giliran mengisi Pertalite. Sejumlah pengendara mengaku telah mengantre cukup lama karena hanya sedikit SPBU yang masih melayani pengisian BBM bersubsidi.
Kondisi tersebut mengakibatkan perlambatan arus lalu lintas di sekitar Jalan Ahmad Yani. Kendaraan yang hendak melintas harus mengurangi kecepatan karena antrean kendaraan keluar hingga ke bahu bahkan badan jalan.
Dari informasi yang dihimpun di lapangan, keterlambatan distribusi Pertalite menyebabkan dua SPBU di kawasan tersebut menutup sementara pelayanan pengisian hingga pasokan kembali tersedia. Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi mengenai estimasi waktu normalisasi distribusi.
Warga Berharap Distribusi Segera Normal
Beberapa pengendara berharap distribusi Pertalite dapat segera dipulihkan mengingat BBM tersebut masih menjadi pilihan utama masyarakat.
“Kalau harus antre seperti ini tentu mengganggu aktivitas kerja. Mudah-mudahan pengirimannya segera datang,” ujar salah seorang pengendara di lokasi.
Selain memperlambat mobilitas masyarakat, antrean panjang juga berpotensi meningkatkan risiko kemacetan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan apabila tidak diatur dengan baik.
Distribusi BBM Menjadi Faktor Penting
Keterlambatan distribusi BBM ke SPBU dapat berdampak langsung terhadap pola antrean masyarakat. Ketika beberapa SPBU berhenti melayani sementara, beban pelayanan akan berpindah ke SPBU lain sehingga memicu lonjakan antrean dalam waktu singkat.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menyatakan terus melakukan pengaturan pelayanan dan distribusi BBM untuk menjaga kelancaran penyaluran energi kepada masyarakat. Pertamina juga menegaskan bahwa pemantauan stok dilakukan secara berkala agar pelayanan SPBU tetap optimal.
Masyarakat Minta Penjelasan Resmi
Masyarakat berharap Pertamina segera memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab keterlambatan distribusi Pertalite di kawasan Jalan Ahmad Yani, termasuk langkah-langkah yang ditempuh untuk mempercepat pemulihan pasokan agar antrean panjang tidak kembali terjadi.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terkait penyebab keterlambatan pengiriman Pertalite serta estimasi waktu distribusi kembali normal.













