Blog

Jalan Poros Air Salek Banyuasin Segera Dibangun, LSM Panglima Nusantara Minta Pemerintah Tepati Janji

9
×

Jalan Poros Air Salek Banyuasin Segera Dibangun, LSM Panglima Nusantara Minta Pemerintah Tepati Janji

Sebarkan artikel ini

BANYUASIN – Rencana pembangunan Jalan Poros Air Salek mendapat sambutan positif dari masyarakat. Jalan ini akan membuka akses transportasi sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin.

Ketua Umum LSM Panglima Nusantara, Andy Nopiansyah, SH., CPLA, meminta pemerintah segera merealisasikan proyek tersebut. Menurutnya, masyarakat sudah terlalu lama menunggu pembangunan jalan yang layak.

“Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Namun pemerintah harus membuktikan komitmen itu melalui pembangunan nyata. Masyarakat tidak ingin kembali menerima harapan yang tidak berujung pada realisasi,” ujar Andy.

Jalan Poros Air Salek Menjadi Kebutuhan Mendesak

Andy menjelaskan bahwa Jalan Poros Air Salek merupakan jalur penting bagi aktivitas masyarakat. Petani, nelayan, pedagang, dan pelaku UMKM menggunakan jalur itu setiap hari.

Kondisi jalan yang belum memadai membuat biaya angkut hasil pertanian dan perkebunan menjadi lebih tinggi. Warga juga membutuhkan waktu lebih lama untuk menjangkau pusat perdagangan dan layanan pemerintahan.

Andy menilai pembangunan jalan akan mempercepat distribusi barang, memperlancar mobilitas masyarakat, serta membuka peluang investasi baru.

“Jalan yang baik akan meningkatkan aktivitas ekonomi. Petani memperoleh akses pasar yang lebih mudah. Pelaku usaha juga dapat menekan biaya distribusi,” katanya.

Air Salek Belum Memiliki SPBU

Andy juga menyoroti persoalan lain yang dihadapi masyarakat Air Salek. Hingga kini, Kecamatan Air Salek belum memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Akibatnya, masyarakat membeli BBM dari daerah lain atau melalui pengecer. Kondisi tersebut membuat harga BBM menjadi lebih mahal dibandingkan wilayah yang memiliki SPBU.

Kenaikan harga BBM ikut meningkatkan biaya transportasi. Dampaknya, ongkos distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok juga meningkat.

“Masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih besar hanya untuk memperoleh BBM. Kondisi ini ikut mendorong kenaikan harga barang dan menekan pendapatan masyarakat,” jelas Andy.

Jangan Jadikan Pembangunan Sebagai Ajang Pencitraan

Andy meminta seluruh pihak mengutamakan kepentingan masyarakat. Ia berharap pembangunan Jalan Poros Air Salek tidak berubah menjadi agenda pencitraan politik.

Menurutnya, masyarakat lebih membutuhkan pembangunan yang selesai daripada kegiatan seremonial.

“Jangan hanya datang untuk berswafoto di lokasi pembangunan. Jangan manfaatkan proyek ini sebagai alat meningkatkan popularitas politik. Masyarakat ingin melihat alat berat bekerja dan jalan segera selesai,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat akan menilai pemerintah dari hasil kerja, bukan dari banyaknya publikasi.

LSM Panglima Nusantara Minta Pemerintah Transparan

LSM Panglima Nusantara meminta Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan pemerintah pusat mengawal proyek tersebut hingga selesai.

Andy juga meminta pemerintah membuka informasi mengenai anggaran, tahapan pekerjaan, jadwal pelaksanaan, dan target penyelesaian proyek. Langkah itu akan meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mempermudah pengawasan publik.

Jalan Poros Air Salek Diyakini Mendorong Ekonomi Banyuasin

Andy optimistis pembangunan Jalan Poros Air Salek akan membawa perubahan besar bagi masyarakat. Infrastruktur yang baik akan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menilai jalan tersebut dapat meningkatkan pendapatan petani, nelayan, dan pelaku usaha. Selain itu, jalan yang layak akan memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Banyuasin.

“Masyarakat Air Salek hanya menginginkan akses jalan yang layak dan harga BBM yang lebih terjangkau. Jika pemerintah merealisasikan proyek ini, kesejahteraan masyarakat akan meningkat dan perekonomian daerah ikut tumbuh,” pungkas Andy.