BERITALAMPUNG

KPGEN PWDPI Gandeng IKA Boga dan Baking Club Loyang Mas Lampung Cetak Wirausaha Baru Melalui Pelatihan Kuliner Gluten Free

8
×

KPGEN PWDPI Gandeng IKA Boga dan Baking Club Loyang Mas Lampung Cetak Wirausaha Baru Melalui Pelatihan Kuliner Gluten Free

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG – Koperasi Gemilang Emas Nusantara Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (KPGEN PWDPI) terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan keterampilan berbasis kewirausahaan. Bersama IKA Boga dan Baking Club Loyang Mas Lampung, KPGEN PWDPI menggelar Latihan Bersama (Latbar) pembuatan Bola Deli serta demonstrasi aneka kue berbahan gluten free di Balai Pelatihan KPGEN PWDPI, Sukabumi, Kota Bandar Lampung, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai kalangan yang ingin meningkatkan keterampilan di bidang kuliner sekaligus membuka peluang usaha baru di tengah meningkatnya permintaan pasar terhadap produk makanan sehat.

Selain mempraktikkan teknik pembuatan Bola Deli, peserta juga memperoleh materi mengenai pengolahan berbagai jenis kue berbahan gluten free, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik produksi, hingga strategi menghasilkan produk yang memiliki kualitas dan nilai jual tinggi.

Ketua Umum KPGEN PWDPI, Rosmiati, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen koperasi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis usaha mikro.

“Pelatihan ini bukan hanya mengajarkan keterampilan membuat produk kuliner, tetapi juga membangun semangat kewirausahaan. Kami ingin anggota koperasi dan masyarakat memiliki bekal untuk menciptakan usaha mandiri yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Terima kasih kepada IKA Boga dan Baking Club Loyang Mas Lampung yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini,” ujar Rosmiati.

Menurutnya, pengembangan keterampilan praktis menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, terutama melalui koperasi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat.

Ketua DPC IKA Boga, Efriyanti, menilai tren konsumsi makanan sehat terus meningkat sehingga produk berbahan bebas gluten memiliki prospek pasar yang semakin menjanjikan.

“Kami ingin memperkenalkan bahwa produk gluten free tidak hanya sehat, tetapi juga dapat diolah menjadi aneka kue yang lezat, menarik, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Harapannya, ilmu yang diperoleh peserta dapat menjadi modal untuk membangun usaha kuliner yang inovatif,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Baking Club Loyang Mas Lampung, Destiana, yang menyebut pengolahan makanan bebas gluten membutuhkan teknik khusus agar kualitas rasa, tekstur, dan tampilannya tetap optimal.

“Kami merasa bangga dapat berbagi pengalaman kepada peserta. Semoga pelatihan ini mampu menambah kompetensi di bidang baking sekaligus melahirkan pelaku usaha kuliner baru yang mampu bersaing di pasar,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan, mulai dari sesi demonstrasi hingga praktik langsung. Selain memperoleh pengetahuan teknis, peserta juga mendapat kesempatan berdiskusi mengenai peluang bisnis, pengemasan produk, serta strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan industri makanan sehat.

Melalui kolaborasi tersebut, KPGEN PWDPI berharap kegiatan pelatihan dapat diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mencetak wirausaha baru, memperkuat UMKM, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional melalui sektor kuliner berbasis inovasi.

(Tim Liputan PWDPI)