BERITAPALEMBANGSUMSELNEWS

Truk Gandeng Melintang di Akses SPBU Gandus, Pengguna Jalan Keluhkan Gangguan Lalu Lintas

14
×

Truk Gandeng Melintang di Akses SPBU Gandus, Pengguna Jalan Keluhkan Gangguan Lalu Lintas

Sebarkan artikel ini

Palembang (22/06/2026) – Sebuah truk terlihat melintang di akses keluar masuk SPBU Pertamina 24.301.18 Jalan Letjen Alamsyah Ratu Prawiranegara, tepatnya di depan Polygon dan Alfamart, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Senin (22/6/2026). Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan mengganggu aktivitas pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

Dari pantauan di lokasi, kendaraan bertonase besar itu mengambil hampir seluruh ruang jalan saat melakukan manuver. Akibatnya, sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa mengurangi kecepatan dan menunggu hingga kendaraan tersebut berhasil melewati titik manuver.

Salah seorang pengguna jalan, Ricko Tampati, mengaku khawatir dengan kondisi tersebut karena berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Kendaraan besar seperti ini seharusnya lebih memperhatikan kondisi jalan dan keselamatan pengguna jalan lainnya. Saat truk melintang seperti ini, pengendara menjadi kesulitan melintas dan sangat berisiko terjadi kecelakaan, apalagi pada jam-jam ramai,” ujar Ricko.

Ricko berharap ada pengawasan lebih ketat terhadap kendaraan berat yang beroperasi di kawasan perkotaan, khususnya di titik-titik yang memiliki aktivitas lalu lintas tinggi.

Sementara itu, Ketua LSM POSE RI, Desri Nago, SH, menilai kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius bagi pihak terkait.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Kendaraan bertonase besar yang beroperasi di kawasan padat penduduk wajib memperhatikan aspek keamanan dan tidak boleh mengganggu hak pengguna jalan lainnya. Jangan sampai kelalaian dalam pengaturan operasional kendaraan berat berujung pada kecelakaan yang merugikan masyarakat,” tegas Desri Nago.

Menurut Desri, Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian perlu melakukan evaluasi terhadap pola operasional kendaraan berat yang melintas di kawasan perkotaan.

“Kami meminta adanya pengawasan yang lebih maksimal. Jika diperlukan, harus ada pembatasan atau pengaturan jam operasional kendaraan berat pada lokasi-lokasi yang rawan kemacetan dan kecelakaan. Keselamatan publik tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan operasional semata,” tambahnya.

Masyarakat berharap instansi terkait segera mengambil langkah konkret guna mencegah terulangnya kejadian serupa, sehingga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas di kawasan Gandus dapat tetap terjaga.