BANYUASINBERITASUMSELNEWS

Jembatan Urat Nadi Warga Air Salek Jebol, Keselamatan Pengendara Terancam

17
×

Jembatan Urat Nadi Warga Air Salek Jebol, Keselamatan Pengendara Terancam

Sebarkan artikel ini

BANYUASIN — Kondisi infrastruktur penghubung masyarakat di Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kembali menjadi sorotan. Sebuah jembatan yang berada di kawasan Desa Srikaton, Jalur 11, dilaporkan mengalami kerusakan serius. Bagian lantai beton jembatan jebol dan berlubang hingga memperlihatkan rangka besi, sehingga berpotensi membahayakan masyarakat yang melintas.

Berdasarkan dokumentasi lapangan yang diterima pada Senin, 17 Agustus 2026, kerusakan terlihat pada bagian badan jembatan yang menjadi lintasan kendaraan. Lapisan beton telah pecah dan meninggalkan lubang cukup besar. Besi tulangan terlihat terbuka, sementara sejumlah bagian permukaan jembatan juga menunjukkan kondisi yang telah mengalami keausan.

Kerusakan tersebut patut mendapat perhatian serius karena jembatan bukan sekadar bangunan penghubung antartepi saluran. Bagi masyarakat kawasan pertanian seperti Air Salek, keberadaan jembatan dan jalan penghubung menjadi bagian penting dari mobilitas sehari-hari, termasuk aktivitas warga, kendaraan roda dua, angkutan hasil pertanian hingga akses menuju pusat pelayanan.

Urat Nadi Mobilitas Masyarakat

Desa Srikaton tercatat secara administratif sebagai salah satu desa di Kecamatan Air Salek. Dokumen resmi pemerintah juga menunjukkan jaringan jalan di Srikaton mempunyai arti penting dalam konektivitas wilayah. Pemerintah Kabupaten Banyuasin bahkan pernah melakukan peninjauan terhadap jalan poros dari Desa Srikaton menuju Jalan Perambahan sepanjang kurang lebih 7,5 kilometer, dengan melibatkan jajaran Dinas PUPR, Perkim, Pertanian, Perhubungan dan PMD Kabupaten Banyuasin. (Banyuasin Kabupaten)

Data lain turut memperlihatkan pentingnya kawasan Srikaton dalam jaringan transportasi lokal. Dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banyuasin mencantumkan keberadaan Dermaga Srikaton di Kecamatan Air Salek, menunjukkan bahwa kawasan tersebut merupakan bagian dari simpul pergerakan masyarakat di wilayah perairan dan daratan. (Kecamatan Tungkal Ilir)

Sementara itu, data pendidikan Kabupaten Banyuasin juga mencatat fasilitas pendidikan di Srikaton berada pada koridor jalan dan jembatan, antara lain Jalur 10 Jembatan II, Srikaton, Kecamatan Air Salek. Fakta tersebut memperlihatkan bahwa jaringan jalan-jembatan di kawasan ini juga bersentuhan dengan aktivitas pendidikan dan mobilitas masyarakat sehari-hari. (Dinas Pendidikan Banyuasin)

Lubang di Badan Jembatan Jadi Ancaman Nyata

Kondisi jembatan di Parit 11 menjadi mengkhawatirkan karena kerusakan berada langsung pada jalur kendaraan.

Dari foto lapangan terlihat beton lantai telah terkelupas dan runtuh hingga menyisakan rangka tulangan besi. Kondisi seperti ini berpotensi menyebabkan roda sepeda motor masuk ke bagian yang berlubang, terutama apabila pengendara tidak mengetahui keberadaan kerusakan tersebut.

Risikonya dapat meningkat ketika jembatan dilalui pada malam hari, saat hujan, atau ketika jarak pandang terbatas. Pengendara yang berusaha menghindari lubang secara mendadak juga berpotensi kehilangan keseimbangan atau bersinggungan dengan kendaraan dari arah berlawanan.

Karena itu, sebelum perbaikan permanen dilakukan, pemasangan rambu peringatan, pembatas atau penanda yang mudah terlihat menjadi tindakan mendesak agar masyarakat mengetahui adanya titik berbahaya.

Jangan Menunggu Korban Baru Bertindak

Persoalan ini semestinya tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan. Pemerintah desa, Pemerintah Kecamatan Air Salek, Dinas PUPR Kabupaten Banyuasin serta instansi yang memiliki kewenangan terhadap ruas tersebut perlu segera melakukan pemeriksaan lapangan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kondisi struktur jembatan secara keseluruhan.

Pemeriksaan juga penting untuk memastikan apakah kerusakan hanya terjadi pada pelat lantai atau telah memengaruhi bagian struktur lainnya. Apabila jembatan setiap hari menerima beban kendaraan, penanganan sementara tanpa pemeriksaan teknis menyeluruh berisiko hanya memindahkan persoalan ke titik lain.

Perhatian pemerintah terhadap konektivitas Air Salek sebenarnya bukan hal baru. Pada 2025, Pemerintah Kabupaten Banyuasin juga meresmikan jalan penghubung di Desa Bintaran dengan tujuan meningkatkan konektivitas dan mobilitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. (Banyuasin Kabupaten)

Semangat pembangunan tersebut seharusnya dibarengi dengan pemeliharaan infrastruktur yang sudah ada. Jalan yang baik tidak akan berfungsi maksimal apabila jembatan penghubungnya justru berada dalam kondisi membahayakan.

Infrastruktur Air Salek Perlu Penanganan Terintegrasi

Air Salek merupakan wilayah yang aktivitas masyarakatnya sangat bergantung pada konektivitas jalan, jembatan dan jalur perairan. Karena itu, kerusakan satu titik jembatan dapat memberikan dampak lebih luas terhadap mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.

Dokumen perencanaan Provinsi Sumatera Selatan bahkan mencatat pembangunan infrastruktur beton di sejumlah desa Kecamatan Air Salek pada tahun-tahun sebelumnya, termasuk Srikaton, Air Solok Batu, Enggal Rejo, Salek Agung dan Upang. (Pemprov Sumsel)

Artinya, tantangan berikutnya bukan hanya membangun infrastruktur baru, tetapi memastikan aset yang telah dibangun tetap aman dan layak digunakan.

Masyarakat tentu berharap jembatan di Desa Srikaton, Parit 11, segera mendapatkan perhatian sebelum kerusakan semakin melebar. Minimal, pemerintah dapat melakukan pengamanan lokasi dan pemeriksaan teknis secepatnya, kemudian menentukan apakah diperlukan perbaikan lantai, rehabilitasi struktur, atau pembangunan kembali berdasarkan hasil pemeriksaan teknis.

Keselamatan masyarakat harus ditempatkan di atas pertimbangan lainnya. Satu lubang pada badan jembatan mungkin terlihat sederhana dari kejauhan, tetapi bagi pengendara yang melintas setiap hari, lubang tersebut dapat menjadi ancaman kecelakaan yang nyata.

Hingga berita ini disusun, diperlukan konfirmasi lebih lanjut kepada Pemerintah Desa Srikaton, Pemerintah Kecamatan Air Salek dan Dinas PUPR Kabupaten Banyuasin mengenai status kewenangan jembatan, kapan terakhir dilakukan pemeliharaan, serta rencana penanganan terhadap kerusakan tersebut.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pemerintah maupun pihak terkait agar informasi mengenai kondisi serta rencana penanganan Jembatan Jalur 11 dapat disampaikan secara berimbang kepada masyarakat.