BANYUASIN — Gerak cepat dan solidaritas kemanusiaan ditunjukkan Komunitas BADDOGER dalam membantu Ibu Beti, warga yang mengalami kondisi darurat setelah menjalani proses persalinan. Hingga berita ini diturunkan, komunitas tersebut telah berhasil mengumpulkan dan menyerahkan empat kantong darah untuk membantu kebutuhan penanganan pasien.
Ibu Beti sebelumnya menjalani persalinan dengan penanganan awal di Bidan Eva, Poskesdes Enggal Rejo, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin. Bayinya berhasil dilahirkan dengan selamat. Namun setelah persalinan, plasenta atau ari-ari dilaporkan belum dapat dikeluarkan sehingga pasien membutuhkan penanganan medis lanjutan.
Kondisi tersebut membuat pasien harus segera dirujuk. Keterbatasan akses transportasi dari wilayah Air Salek menyebabkan perjalanan rujukan harus ditempuh melalui jalur sungai sebelum pasien mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Informasi mengenai kebutuhan darah kemudian diterima Komunitas BADDOGER. Anggota komunitas langsung bergerak, termasuk Parmin bersama adiknya, untuk membantu memenuhi kebutuhan darah pasien.
Empat Kantong Darah Berhasil Diserahkan
Berdasarkan informasi terbaru yang diterima, Komunitas BADDOGER telah menyerahkan empat kantong darah untuk membantu penanganan Ibu Beti. Dari jumlah tersebut, dua kantong darah telah disuplai kepada pasien sesuai kebutuhan dan penanganan tim medis.
Sementara itu, upaya pendampingan belum berhenti. Hingga berita ini diturunkan, dua anggota Komunitas BADDOGER masih bersiaga di RS Bunda Banyuasin untuk mengawal perkembangan pasien sekaligus mengantisipasi apabila masih diperlukan bantuan tambahan.
Kebutuhan awal yang diinformasikan kepada komunitas mencapai enam kantong darah. Karena itu, koordinasi dan kesiapsiagaan anggota tetap dilakukan sembari mengikuti perkembangan serta arahan tenaga medis.
Pasien Sadar, Masih Dirawat di ICU
Kabar terbaru membawa harapan bagi keluarga dan masyarakat yang ikut memberikan dukungan. Kondisi Ibu Beti dilaporkan telah membaik dan pasien sudah dalam keadaan sadar.
Meski demikian, pasien hingga saat ini masih menjalani perawatan di ruang ICU dan berada dalam tahap observasi dokter. Kondisi pasien akan terus dipantau oleh tim medis untuk memastikan perkembangan kesehatannya setelah mengalami kondisi darurat pascapersalinan.
Komunitas BADDOGER berharap kondisi Ibu Beti terus menunjukkan perkembangan positif hingga dokter menyatakan pasien dapat keluar dari ruang perawatan intensif.
Aksi ini sekaligus memperlihatkan pentingnya solidaritas masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat. Ketika informasi mengenai kebutuhan darah diterima, anggota komunitas tidak hanya menyampaikan dukungan melalui pesan, tetapi langsung bergerak mencari pendonor, menyediakan darah, dan mendampingi pasien di rumah sakit.
Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat mengenai pentingnya akses pelayanan kesehatan dan sistem rujukan yang cepat bagi masyarakat di kawasan perairan Kecamatan Air Salek. Dalam kondisi kegawatdaruratan ibu melahirkan, kecepatan transportasi, kesiapan fasilitas kesehatan, ketersediaan darah, serta koordinasi antarpetugas menjadi bagian penting dalam upaya menyelamatkan pasien.
Bagi Komunitas BADDOGER, aksi membantu Ibu Beti menjadi wujud nyata semangat gotong royong: bergerak ketika masyarakat membutuhkan, mendampingi ketika keadaan sulit, dan bertahan sampai pertolongan benar-benar diterima.
Hingga berita ini diturunkan, keluarga dan anggota komunitas masih menunggu perkembangan selanjutnya dari tim dokter. Ibu Beti telah sadar dan kondisinya dilaporkan membaik, namun masih berada di ICU untuk menjalani observasi dan perawatan medis lebih lanjut.
Reporter : Yani enggal Rejo./Redaksi.













