BERITAPALEMBANGSUMSELNEWS

DAMPAK KEMARAU PANJANG, KAPOLSEK SU II AJAK MASYARAKAT SALAT ISTISQA MEMOHON TURUNNYA HUJAN

11
×

DAMPAK KEMARAU PANJANG, KAPOLSEK SU II AJAK MASYARAKAT SALAT ISTISQA MEMOHON TURUNNYA HUJAN

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG — Menghadapi dampak musim kemarau panjang, minimnya curah hujan serta kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, jajaran Polsek Seberang Ulu II (SU II) Polrestabes Palembang bersama masyarakat menggelar Salat Sunnah Istisqa di halaman Mapolsek SU II, Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 2, Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, Selasa (1/9/2026).

Salat Istisqa yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB tersebut dipelopori Kapolsek SU II Polrestabes Palembang, Kompol Dedi Rahmad Hidayat, S.H., sebagai bentuk ikhtiar batin dan doa bersama memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan.

Kegiatan diikuti sekitar 98 jamaah dari unsur kepolisian, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus masjid, Bhayangkari hingga anak-anak panti asuhan.

Turut hadir Wakapolrestabes Palembang AKBP Aditya Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si., tokoh agama KH As’ad Balkhi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palembang H. Muflikhul Hasan, Camat SU II Oscar Mustar, Kepala KUA Kecamatan SU II Drs. Assamar Kondi, Lurah 14 Ulu Fristo Emilio, S.E., M.M., tokoh masyarakat Ismail, serta pengurus Masjid Azhariyah.

Hadir pula Ketua Ranting Bhayangkari Polsek SU II beserta pengurus dan anak-anak Panti Asuhan Subulussalam Banten 2.

Kapolsek: Ikhtiar Bersama Menghadapi Kemarau

Dalam sambutannya, Kompol Dedi Rahmad Hidayat menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Istisqa merupakan ikhtiar bersama jajaran kepolisian, Forkopimcam dan masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau panjang.

Menurutnya, minimnya curah hujan dan munculnya kabut asap telah memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat. Karena itu, selain langkah pencegahan dan penanganan di lapangan, masyarakat diajak melakukan ikhtiar secara spiritual.

“Salat Istisqa ini kita lakukan bersama jajaran Forkopimcam, masyarakat dan personel Polsek SU II karena kondisi kemarau panjang, minimnya curah hujan serta kabut asap yang berdampak terhadap aktivitas sehari-hari. Kita bersama-sama melakukan ikhtiar batin dengan memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan,” ujar Kompol Dedi Rahmad Hidayat.

Sekitar pukul 07.35 WIB, imam sekaligus khatib, Indones, S.Ag., yang merupakan Penyuluh Agama KUA Kecamatan SU II, terlebih dahulu menyampaikan tata cara pelaksanaan Salat Istisqa.

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan Salat Sunnah Istisqa berjamaah, khutbah, ceramah agama dan doa bersama.

Dalam tausiah dan doa yang disampaikan, jamaah diajak memperbanyak istighfar serta memohon ampunan dan rahmat Allah SWT agar hujan segera turun, khususnya di Kota Palembang dan wilayah Sumatera Selatan yang terdampak kemarau.

Doa juga dipanjatkan agar hujan yang turun nantinya dapat membantu mengurangi dampak kekeringan serta mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan maupun kabut asap.

Sejalan dengan Kondisi Kemarau 2026

Pelaksanaan Salat Istisqa tersebut berlangsung di tengah kondisi musim kemarau yang memang perlu mendapatkan perhatian serius.

Berdasarkan prediksi musim kemarau 2026 dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026. BMKG juga memperkirakan sebagian besar wilayah mengalami curah hujan musim kemarau pada kategori bawah normal dan banyak wilayah menghadapi musim kemarau lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Dalam perkembangan cuaca yang dirilis BMKG pada 21 Agustus 2026, sebanyak 535 Zona Musim atau sekitar 76,5 persen wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau. Kondisi curah hujan rendah juga mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia.

Salat Istisqa sendiri merupakan ibadah sunnah untuk memohon diturunkannya hujan kepada Allah SWT ketika masyarakat menghadapi kekeringan atau kemarau. Pelaksanaannya secara berjamaah juga memiliki landasan dalam praktik dan hadis Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan di Mapolsek SU II berakhir sekitar pukul 08.15 WIB dalam keadaan aman, tertib dan khidmat.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek SU II tidak hanya mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi dampak kemarau dan karhutla, tetapi juga membangun kebersamaan antara kepolisian, pemerintah, tokoh agama dan masyarakat.

Di tengah berbagai upaya teknis mencegah kebakaran hutan dan lahan serta mengurangi dampak kabut asap, doa bersama menjadi ikhtiar spiritual agar kemarau segera berakhir dan hujan yang membawa keberkahan kembali turun di Kota Palembang.

“Semoga doa bersama ini diijabah Allah SWT, hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi masyarakat serta mengurangi dampak kemarau panjang dan kabut asap,” demikian harapan dalam rangkaian kegiatan tersebut.