BANYUASIN — Keberadaan Pasar Rakyat Enggal Rejo, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal. Meski telah memiliki bangunan pasar yang representatif dan dibangun dengan anggaran cukup besar, aktivitas perdagangan di lokasi tersebut hingga kini disebut hanya berlangsung setiap Sabtu pagi.
Kondisi tersebut terungkap dari penelusuran lapangan pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Awak media menemui dua pedagang sayuran yang identitasnya dirahasiakan. Keduanya memberikan gambaran mengenai aktivitas perdagangan, fasilitas pasar, hingga mekanisme penempatan pedagang.
Salah seorang pedagang berinisial Y mengatakan masyarakat yang hendak berjualan sebelumnya harus mendaftarkan diri melalui perangkat desa.
Menurut Y, pada awal pasar dibuka terdapat cukup banyak pihak yang mendaftar. Namun saat ini jumlah pedagang aktif disebut hanya sekitar belasan orang dengan jenis dagangan antara lain sayuran dan jajanan.
Pedagang lainnya berinisial D memperkirakan terdapat sekitar 15 pedagang. Ia mengatakan pedagang juga membayar iuran sebesar Rp2.000 yang menurut informasi yang diterimanya diperuntukkan bagi perawatan pasar.
“Iurannya dua ribu rupiah, katanya untuk perawatan,” ungkap D.
Keterangan mengenai pungutan tersebut masih membutuhkan konfirmasi kepada Pemerintah Desa Enggal Rejo, khususnya mengenai dasar pungutan, pihak yang diberi kewenangan melakukan penarikan, serta mekanisme penggunaan dan pertanggungjawabannya.
Fasilitas Mulai Dikeluhkan
Persoalan tidak hanya menyangkut aktivitas pasar yang terbatas. Pedagang juga mengeluhkan kondisi sejumlah fasilitas.
Berdasarkan keterangan narasumber, terdapat fasilitas toilet yang mengalami kerusakan. Pompa air juga disebut sudah tidak berada di tempat, sementara bagian pintu pasar dikatakan mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pasar merupakan aset publik yang seharusnya tidak hanya dibangun, tetapi juga dipelihara dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
LSM Panglima Nusantara: Kenapa Tidak Dibuka Setiap Hari?
Ketua LSM Panglima Nusantara, Andy Nopiansyah, S.H., CPLA., menilai keberadaan bangunan pasar yang sudah tersedia seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menggerakkan perekonomian masyarakat Enggal Rejo dan sekitarnya.
Menurutnya, pemerintah desa bersama Pemerintah Kabupaten Banyuasin perlu mengevaluasi pola operasional pasar yang hanya berlangsung seminggu sekali.
“Kalau masyarakat sudah memiliki sarana pasar yang bagus dan dibangun menggunakan anggaran yang sangat besar, mengapa pemanfaatannya hanya satu hari dalam seminggu? Menurut kami, perlu dikaji agar pasar dapat dibuka setiap hari sehingga bangunan tersebut benar-benar hidup dan memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Andy, membuka aktivitas pasar lebih rutin juga berpotensi memberikan ruang lebih luas bagi pedagang sayur, sembako, ikan, daging, jajanan hingga pelaku UMKM desa.
Dengan demikian, masyarakat tidak harus menunggu hari tertentu untuk melakukan transaksi, sementara fasilitas pasar dapat digunakan sesuai fungsi pembangunannya.
Minta Bupati Askolani Turun Langsung
Andy juga meminta Bupati Banyuasin Askolani tidak hanya menerima laporan administratif mengenai keberadaan fasilitas publik, tetapi melihat secara langsung kondisi Pasar Rakyat Enggal Rejo.
“Kami meminta Bupati Banyuasin Bapak Askolani yang selama ini dikenal aktif turun ke masyarakat dan sering terlihat dalam berbagai dokumentasi kegiatan pemerintahan, agar juga datang melihat langsung Pasar Rakyat Enggal Rejo. Lihat bagaimana kondisi fasilitasnya sekarang dan bagaimana pemanfaatannya,” tegas Andy.
Menurutnya, kunjungan langsung penting untuk memastikan besarnya anggaran pembangunan benar-benar sebanding dengan manfaat yang diterima masyarakat.
“Anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan pasar ini sangat besar. Karena itu, jangan sampai bangunannya ada tetapi pemanfaatannya tidak maksimal, sementara beberapa fasilitas justru mulai mengalami kerusakan,” katanya.
Andy meminta dilakukan pengecekan terhadap kondisi fisik pasar sekaligus evaluasi terhadap sistem pemeliharaan dan pengelolaannya.
Dorong Evaluasi Pengelolaan dan Pemeliharaan
LSM Panglima Nusantara mendorong Pemerintah Kabupaten Banyuasin bersama dinas terkait dan Pemerintah Desa Enggal Rejo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pasar tersebut.
Evaluasi, menurut Andy, setidaknya perlu menyentuh status dan penanggung jawab pengelolaan pasar, kondisi seluruh fasilitas, mekanisme pemeliharaan, penempatan los, dasar dan penggunaan iuran pedagang, serta kemungkinan pengoperasian pasar setiap hari.
“Pasar jangan hanya megah ketika selesai dibangun. Ukuran keberhasilan pembangunan bukan berapa besar bangunannya atau berapa banyak anggaran yang dikeluarkan, tetapi seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap Pasar Rakyat Enggal Rejo dapat dikembangkan menjadi pusat perdagangan harian yang mampu menampung pedagang lokal sekaligus memberikan ruang bagi UMKM masyarakat Air Salek.
Sementara itu, seluruh informasi mengenai kondisi fasilitas, pengelolaan serta iuran yang diperoleh dari pedagang merupakan keterangan lapangan yang masih memerlukan konfirmasi dari Pemerintah Desa Enggal Rejo dan instansi terkait.
Hak jawab dan klarifikasi tetap terbuka bagi Pemerintah Desa Enggal Rejo, Pemerintah Kabupaten Banyuasin, dinas terkait maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini.













