BANYUASINBERITASUMSELNEWS

PHBI Sekar Langit Awali Bulan Maulid dengan Idaroh Sholawat, 11 Masjid dan Mushola Siap Jadi Tuan Rumah

12
×

PHBI Sekar Langit Awali Bulan Maulid dengan Idaroh Sholawat, 11 Masjid dan Mushola Siap Jadi Tuan Rumah

Sebarkan artikel ini

BANYUASIN — Memasuki bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah, suasana religius mulai terasa di Desa Enggal Rejo dan sekitarnya. Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Sekar Langit kembali menggelar rangkaian kegiatan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW melalui Idaroh Sholawat yang akan dilaksanakan secara bergiliran di masjid dan mushola sepanjang bulan Maulid.

Kegiatan perdana dimulai pada Jumat Pon, 14 Agustus 2026 atau 1 Rabiul Awal 1448 H, bertempat di Masjid Barokatul Huda, RT 13, Desa Enggal Rejo.

Penanggalan tersebut sejalan dengan Kalender Hijriah Global Tunggal yang menempatkan 14 Agustus 2026 sebagai 1 Rabiul Awal 1448 H.

Ustadz Asep Setiawan Isi Tausiyah Perdana

Pada malam pembukaan, jamaah mengikuti pembacaan sholawat dan tausiyah yang disampaikan Ustadz Asep Setiawan dari Kecamatan Makarti Jaya.

Kegiatan ini menjadi pembuka dari rangkaian Idaroh Sholawat yang direncanakan berlangsung setiap malam selama bulan Maulid, berpindah dari satu masjid atau mushola ke tempat lainnya.

PHBI Sekar Langit menyebut sedikitnya 11 masjid dan mushola telah menyatakan kesiapan menjadi tempat penyelenggaraan Idaroh Sholawat. Rangkaian tersebut tidak hanya berlangsung di Desa Enggal Rejo, tetapi juga melibatkan satu masjid di Desa Air Solok Batu.

Konsep berpindah dari masjid ke masjid diharapkan menjadikan peringatan Maulid bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi sarana mempererat silaturahmi antarmasyarakat dan menghidupkan syiar Islam di tengah kehidupan desa.

Puncak Maulid Dijadwalkan Hadirkan KH Lukman Syafi’i dari Sragen

Rangkaian Idaroh Sholawat tersebut nantinya akan ditutup dengan acara puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Menurut keterangan panitia, insya Allah acara puncak akan menghadirkan Al-Mukarrom Abah KH Lukman Syafi’i dari Sragen, Jawa Tengah, untuk memberikan tausiyah kepada masyarakat dan jamaah.

Kehadiran ulama dari luar daerah tersebut diharapkan semakin menambah semarak peringatan Maulid sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperdalam kecintaan kepada Rasulullah SAW serta meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun kepengurusan PHBI Sekar Langit diketuai Yohan Susanto, dengan Sunardi, S.Pd. sebagai sekretaris dan Rubiyanto sebagai bendahara.

Bunceng Jajan Pasar, Simbol Syukur dan Kebersamaan

Ada tradisi menarik yang ikut mewarnai kegiatan perdana di Masjid Barokatul Huda, yakni penyajian bunceng jajan pasar.

Takmir Masjid Barokatul Huda, Ustadz Ahmad Sudarsono, dalam sambutannya menjelaskan bahwa bunceng jajan pasar merupakan salah satu bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT.

Di balik kesederhanaan makanan yang dibawa dan dinikmati bersama, terkandung nilai kebersamaan. Masyarakat berkumpul tanpa membedakan kedudukan sosial, mempererat silaturahmi serta berbagi kebahagiaan dalam menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Semangat tersebut sekaligus menggambarkan bahwa tradisi lokal dapat berjalan berdampingan dengan kegiatan keagamaan selama membawa nilai kebaikan, rasa syukur, persaudaraan dan kepedulian sosial.

Kades Enggal Rejo Ingatkan Warga Jaga Kesehatan di Musim Kemarau

Kepala Desa Enggal Rejo, Edi Yulianto, S.IP., turut memberikan sambutan dan mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan selama musim kemarau.

Kondisi jalan yang kering menyebabkan debu cukup mudah beterbangan. Karena itu, masyarakat, khususnya anak-anak, lansia dan warga yang banyak beraktivitas di luar rumah, diimbau lebih memperhatikan kondisi kesehatan serta kebersihan lingkungan.

Pesan tersebut menjadi penting karena kegiatan keagamaan selama bulan Maulid akan berlangsung cukup intensif dan melibatkan jamaah dari berbagai lingkungan.

Semangat beribadah, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

Maulid dan HUT Ke-81 RI Jadi Momentum Menjaga Kerukunan

Momentum bulan Maulid tahun ini juga berdekatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Muhyidin Ahmad mengajak masyarakat menjadikan dua momentum besar ini untuk semakin memperkuat kerukunan, keharmonisan keluarga, persaudaraan dan persatuan di tengah masyarakat.

Peringatan Maulid diharapkan tidak berhenti pada lantunan sholawat, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, membantu sesama, menjaga ucapan, mempererat hubungan keluarga serta menghindari perselisihan.

Demikian pula peringatan kemerdekaan Indonesia hendaknya dimaknai dengan menjaga persatuan yang telah diwariskan para pendahulu. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui berbagai perlombaan dan pemasangan bendera Merah Putih, tetapi juga dengan membangun lingkungan yang aman, damai dan harmonis.

Di tengah berbagai perbedaan yang ada, masjid, mushola dan kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang pemersatu masyarakat.

Sholawat Menggema Sepanjang Bulan Maulid

Rangkaian Idaroh Sholawat PHBI Sekar Langit pun diharapkan menjadi perjalanan spiritual sekaligus perjalanan silaturahmi masyarakat.

Dari satu masjid menuju masjid berikutnya, dari satu mushola menuju mushola lainnya, jamaah akan dipertemukan oleh lantunan sholawat dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Selama satu bulan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menghidupkan masjid dan mushola sekaligus menanamkan nilai keagamaan kepada generasi muda.

Lebih dari itu, kegiatan ini membawa pesan bahwa memperingati kelahiran Rasulullah SAW harus melahirkan semangat untuk meneladani akhlaknya: menjaga persaudaraan, mengasihi sesama, menghormati perbedaan, membantu mereka yang membutuhkan serta menjaga kedamaian di tengah masyarakat.

Dari Masjid Barokatul Huda di Desa Enggal Rejo, Jumat malam ini menjadi langkah pertama perjalanan Idaroh Sholawat PHBI Sekar Langit sepanjang Rabiul Awal 1448 H.

Sebelas masjid dan mushola telah bersiap. Sholawat akan berpindah dari kampung ke kampung, membawa satu semangat yang sama: memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus merawat kerukunan dan persaudaraan masyarakat.(Laporan Kontributor: Yani Air Salek)