BANYUASIN – Komunitas Barisan Pendonor Darah (BADDOGERS) kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan menggelar kegiatan bakti sosial donor darah sukarela bertajuk “Mengejar Barokah Dengan Darah”. Kegiatan yang bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang ini berlangsung di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Enggal Rejo, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarrelawan, tokoh agama, pemerintah desa, dan masyarakat. Mengusung semangat kebersamaan dan keikhlasan, BADDOGERS berharap aksi kemanusiaan ini menjadi jalan meraih keberkahan, kesehatan, serta ridha Allah SWT.
Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran para relawan pendonor darah yang datang dari berbagai wilayah, di antaranya Kecamatan Air Salek, Muara Padang, Muara Sugihan, hingga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Turut hadir Kepala Desa Enggal Rejo H. Edi Yulianto, S.IP., jajaran perangkat desa, pengasuh pondok pesantren, para kiai, ustaz, tokoh masyarakat, guru, serta warga yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Kepala Desa Enggal Rejo, H. Edi Yulianto, S.IP., memberikan apresiasi tinggi kepada BADDOGERS atas konsistensinya menyelenggarakan kegiatan donor darah yang dinilai membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pergerakan komunitas BADDOGERS sangat positif bagi masyarakat. Kami mengapresiasi seluruh relawan pendonor tetap yang selalu konsisten menyukseskan setiap kegiatan donor darah. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena manfaatnya sangat besar bagi kemanusiaan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BADDOGERS Sunardi, S.Pd. menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Miftahul Ulum telah menjadi salah satu lokasi tetap pelaksanaan kegiatan donor darah yang sarat dengan nilai sosial dan spiritual.
Menurutnya, tema “Mengejar Barokah Dengan Darah” dipilih sebagai pengingat bahwa setetes darah yang didonorkan bukan hanya mampu menyelamatkan nyawa seseorang, tetapi juga menjadi amal kemanusiaan yang bernilai ibadah.
Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Kyai Muhyidin Ahmad, turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan BADDOGERS dan petugas PMI yang tetap hadir dengan penuh semangat. Baik di musim hujan maupun kemarau, semangat berbagi tidak pernah surut. Semoga kegiatan mulia ini senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT dan terus memberikan manfaat bagi sesama,” tuturnya.
Pelaksanaan donor darah berlangsung tertib dengan didampingi petugas medis dari UTD PMI Kota Palembang. Para peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan, mulai dari pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, hingga pemeriksaan kondisi fisik sebelum dinyatakan layak mendonorkan darah.
Melalui kegiatan ini, BADDOGERS kembali menegaskan komitmennya untuk terus menggelorakan budaya donor darah sebagai gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan. Organisasi tersebut berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak menjadi pendonor darah sukarela sehingga kebutuhan darah di rumah sakit dapat terpenuhi, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, keikhlasan, dan kepedulian, kegiatan “Mengejar Barokah Dengan Darah” tidak hanya menjadi aksi sosial, tetapi juga menjadi simbol bahwa membantu sesama dapat dilakukan melalui langkah sederhana yang memiliki manfaat besar, yaitu mendonorkan darah demi menyelamatkan kehidupan orang lain. (yn) air salek













