BERITANasionalSUMSELNEWS

Dang Ike Tegaskan Tak Lagi Gunakan Jabatan Kepaksian Pernong, Fokus Mengabdi sebagai Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Lampung

13
×

Dang Ike Tegaskan Tak Lagi Gunakan Jabatan Kepaksian Pernong, Fokus Mengabdi sebagai Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Lampung

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG – Mantan Kapolda Lampung, Irjen Pol. (Purn.) Drs. H. Ike Edwin, S.H., M.H., M.M., yang akrab disapa Dang Ike, menegaskan bahwa dirinya tidak lagi menggunakan atribut maupun penyebutan sebagai Perdana Menteri Kerajaan Kepaksian Pernong Paksi Pak Skala Brak.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya pemberitaan di media sosial yang masih mencantumkan jabatan tersebut sebagai identitas dirinya.

“Saya ingin meluruskan bahwa atribut maupun penyebutan yang berkaitan dengan Kepaksian Pernong sudah lama tidak lagi saya gunakan. Hal itu saya lakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap tatanan adat sekaligus untuk menghindari kesalahpahaman maupun polemik di tengah masyarakat adat Kepaksian Pernong,” ujar Dang Ike di Bandar Lampung, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, saat ini dirinya lebih memilih dikenal sebagai Tokoh Adat Lampung dan Tokoh Masyarakat Lampung, serta terus mengabdikan diri melalui berbagai kegiatan sosial, pelestarian budaya, pembinaan generasi muda, dan penguatan persatuan masyarakat Lampung.

Dang Ike menilai bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak diukur dari jabatan ataupun gelar yang disandang.

“Yang paling penting bukan jabatan atau gelarnya, tetapi bagaimana kita dapat memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, menjaga adat dan budaya, serta ikut membangun Lampung melalui karya dan pengabdian,” katanya.

Ia menjelaskan, penyematan dirinya sebagai tokoh adat maupun tokoh masyarakat merupakan bentuk penghargaan yang diberikan oleh masyarakat atas kontribusinya selama bertahun-tahun dalam bidang sosial, budaya, dan kemasyarakatan.

Selain itu, Dang Ike mengaku telah menerima sejumlah gelar kehormatan adat dari berbagai marga di Provinsi Lampung.

“Alhamdulillah, masyarakat memberikan kepercayaan kepada saya. Selain dikukuhkan sebagai tokoh adat dan tokoh masyarakat, saya juga menerima gelar Sutan dari beberapa marga di Lampung,” ujarnya.

Tidak hanya di Lampung, Dang Ike mengatakan dirinya juga memperoleh sejumlah gelar kehormatan dari kerajaan dan lembaga adat di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas kiprahnya dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan mempererat persaudaraan antarkerajaan adat di Nusantara.

Dalam kesempatan itu, Dang Ike juga memberikan penjelasan mengenai jabatan Perdana Menteri Kepaksian Pernong yang selama ini menjadi perhatian publik.

Menurutnya, jabatan tersebut merupakan bagian dari struktur internal lembaga adat dengan ruang lingkup yang terbatas.

“Perdana Menteri di Kepaksian Pernong merupakan bagian dari struktur internal kepaksian. Ruang lingkupnya hanya berada dalam tata kelola adat dan tidak perlu dimaknai secara berlebihan,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar mengenai lembaga adat maupun kedudukannya.

Dang Ike mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, menghormati adat istiadat, serta melestarikan budaya sebagai warisan bangsa.

“Adat adalah warisan leluhur yang harus kita hormati, bukan dijadikan bahan perdebatan. Mari bersama-sama menjaga persatuan dan terus mengabdi kepada masyarakat melalui tindakan nyata,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini aktivitasnya lebih banyak difokuskan pada kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, pembinaan generasi muda, serta pelestarian adat dan budaya Lampung.

Menurutnya, manfaat yang dirasakan masyarakat merupakan penghargaan terbesar bagi setiap bentuk pengabdian.

“Kalau masyarakat merasakan manfaat dari apa yang kita lakukan, itulah penghargaan yang sesungguhnya. Gelar hanyalah simbol, sedangkan pengabdian adalah bukti nyata yang akan selalu dikenang,” pungkasnya.

(Rilis/Humas DPP PWDPI)