BANYUASIN – Harga BBM eceran di pedesaan terus melonjak dan membebani masyarakat. Warga di Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, serta sejumlah desa lainnya harus membeli bahan bakar dengan harga lebih tinggi karena wilayah tersebut belum memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Distribusi yang panjang dan kondisi jalan yang rusak turut meningkatkan biaya angkut. Akibatnya, pengecer menaikkan harga BBM kepada konsumen.
Mengapa Harga BBM Eceran di Pedesaan Terus Melonjak?
Jarak distribusi menjadi salah satu penyebab utama kenaikan harga BBM eceran di pedesaan. Pengecer mengambil BBM dari kota atau kecamatan lain, kemudian mengangkutnya menuju desa-desa yang belum memiliki SPBU.
Selain itu, mereka harus menanggung biaya transportasi, tenaga kerja, dan operasional. Oleh karena itu, harga BBM di tingkat eceran menjadi lebih tinggi.
Minimnya SPBU Membebani Masyarakat Pedesaan
Banyak desa belum memiliki SPBU sehingga masyarakat bergantung pada pengecer. Kondisi tersebut membuat warga tidak memiliki banyak pilihan saat membutuhkan BBM.
Di sisi lain, kebutuhan bahan bakar terus meningkat. Akibatnya, masyarakat tetap membeli BBM meskipun harganya melebihi harga resmi.
Jalan Rusak Menambah Biaya Distribusi BBM
Jalan yang rusak memperlambat distribusi BBM menuju pedesaan. Saat musim hujan, kendaraan pengangkut membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai lokasi tujuan.
Selain memperlambat perjalanan, kondisi jalan juga meningkatkan biaya perawatan kendaraan dan konsumsi bahan bakar. Karena itu, biaya distribusi terus bertambah.
Dampak Harga BBM Eceran terhadap Ekonomi Desa
Harga BBM yang tinggi meningkatkan biaya produksi pertanian, perkebunan, dan perikanan. Para petani mengeluarkan biaya lebih besar untuk mengoperasikan mesin dan mengangkut hasil panen.
Selain itu, pedagang juga menaikkan biaya distribusi barang. Akibatnya, harga kebutuhan pokok ikut meningkat dan daya beli masyarakat menurun.
LSM Panglima Nusantara Desak Pemerintah Bangun SPBU
Ketua Umum LSM Panglima Nusantara, Andy Nopiansyah, SH., CPLA, meminta pemerintah segera membangun SPBU di wilayah yang belum terlayani.
Menurut Andy, pemerintah juga perlu mempercepat pembangunan jalan agar distribusi BBM menjadi lebih efisien.
“Selama masyarakat harus mengambil BBM dari luar daerah, biaya distribusi akan terus membebani warga. Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor transportasi, tetapi juga pertanian, perdagangan, dan perekonomian masyarakat desa,” kata Andy.
Solusi Menekan Harga BBM Eceran di Pedesaan
Pemerintah dapat membangun SPBU baru di wilayah pedesaan. Selain itu, pemerintah perlu memperbaiki infrastruktur jalan, memperluas jaringan distribusi, dan memperketat pengawasan BBM bersubsidi.
Langkah tersebut dapat menekan biaya distribusi sehingga harga BBM eceran di pedesaan mendekati harga resmi.
Harapan Masyarakat kepada Pemerintah
Masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan SPBU dan memperbaiki akses jalan menuju desa-desa yang selama ini sulit dijangkau.
Jika pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur dan memperluas layanan distribusi BBM, masyarakat dapat memperoleh bahan bakar dengan harga yang lebih terjangkau serta meningkatkan aktivitas ekonomi desa.













