PALEMBANG – Rencana pemadaman listrik terjadwal yang diumumkan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palembang pada Selasa, 28 Juli 2026, kembali menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah wilayah terdampak pemadaman selama beberapa jam karena adanya pekerjaan pemeliharaan jaringan, perbaikan konstruksi, dan pemangkasan pohon di sekitar jalur listrik.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum LSM Panglima Nusantara, Andy Nopiansyah, SH, CPLA, mengingatkan PLN agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pemeliharaan jaringan memang penting untuk menjaga keselamatan dan keandalan sistem kelistrikan. Namun, PLN juga harus berupaya menekan frekuensi pemadaman agar tidak menjadi beban bagi pelanggan.
“Pemeliharaan jaringan merupakan kewajiban PLN demi mencegah gangguan yang lebih besar. Akan tetapi, masyarakat berharap pemadaman listrik tidak terlalu sering terjadi. PLN perlu terus berinovasi agar pekerjaan pemeliharaan dapat dilakukan dengan dampak yang sekecil mungkin,” ujar Andy.
Pemadaman Berdampak pada Aktivitas Masyarakat
Andy menjelaskan, setiap pemadaman listrik berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Pelaku usaha kecil, pedagang, pekerja yang bergantung pada internet, dan masyarakat umum menjadi pihak yang merasakan dampak langsung ketika listrik padam selama beberapa jam.
Selain itu, pemadaman yang berulang dapat menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha yang mengandalkan peralatan elektronik serta menghambat produktivitas masyarakat.
Dorong PLN Tingkatkan Keandalan Jaringan
LSM Panglima Nusantara mendorong PLN untuk mempercepat modernisasi jaringan listrik melalui penggunaan teknologi pemantauan dini, peremajaan kabel dan gardu yang sudah tua, serta pemangkasan pohon secara berkala sebelum berpotensi mengganggu jaringan.
Menurut Andy, langkah tersebut akan mengurangi kebutuhan pemadaman terjadwal dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan PLN.
“PLN perlu memperkuat sistem pemeliharaan berbasis teknologi sehingga gangguan dapat dideteksi lebih awal. Dengan begitu, masyarakat tidak terlalu sering mengalami pemadaman,” katanya.
Komunikasi kepada Pelanggan Harus Lebih Maksimal
Selain aspek teknis, Andy juga mengingatkan pentingnya transparansi informasi kepada pelanggan. Pemberitahuan jadwal pemadaman harus disampaikan melalui berbagai saluran komunikasi agar masyarakat memiliki waktu untuk mempersiapkan diri.
Ia menilai informasi yang cepat dan jelas akan membantu masyarakat mengatur aktivitas kerja, usaha, maupun kebutuhan rumah tangga selama proses pemeliharaan berlangsung.
Harapan bagi Pelayanan Listrik Nasional
LSM Panglima Nusantara berharap PLN terus meningkatkan kualitas pelayanan seiring meningkatnya kebutuhan listrik masyarakat. Keandalan pasokan listrik dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, pendidikan, dan pelayanan publik.
“Harapan masyarakat sederhana, yaitu memperoleh layanan listrik yang andal, aman, dan minim gangguan. Kami mendukung upaya pemeliharaan jaringan, tetapi kami juga berharap PLN terus berbenah agar pemadaman menjadi semakin jarang terjadi,” tutup Andy.
Pemberitaan ini merupakan bentuk masukan konstruktif kepada penyelenggara layanan ketenagalistrikan agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat tanpa mengurangi aspek keselamatan kerja dan keandalan sistem kelistrikan.













