PALEMBANG (08/07/2026) – Insiden masuknya seorang pria ke kawasan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Selatan pada Senin malam (6/7/2026) sekitar pukul 20.15 WIB menjadi perhatian publik. Pria tersebut dilaporkan membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid sambil meneriakkan takbir sebelum akhirnya diamankan oleh petugas kepolisian.
Berdasarkan informasi yang beredar, pria tersebut diketahui bernama Dai Risky Hidayat (24), yang mengaku bekerja sebagai tukang parkir. Meski situasi berhasil dikendalikan tanpa adanya laporan korban maupun gangguan lebih lanjut, peristiwa ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai efektivitas sistem pengamanan di kawasan Mapolda Sumsel.
Sejumlah warga menilai kejadian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi terhadap mekanisme pengamanan objek vital kepolisian.
“Kalau benar seseorang bisa memasuki kawasan Mapolda sambil membawa bendera dan berteriak, tentu masyarakat bertanya bagaimana proses pemeriksaan di pintu masuk dilakukan. Ini perlu menjadi evaluasi agar keamanan semakin baik,” ujar salah seorang warga Palembang.
Pendapat senada juga disampaikan sejumlah aktivis yang berharap aparat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengamanan.
“Pengamanan markas kepolisian merupakan bagian penting dari sistem keamanan negara. Karena itu, setiap insiden yang terjadi patut dievaluasi agar potensi risiko di masa mendatang dapat diminimalkan,” ujar salah seorang aktivis.
Masyarakat berharap kepolisian memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kronologi kejadian, termasuk bagaimana pria tersebut dapat memasuki kawasan Mapolda, prosedur pengamanan yang diterapkan saat itu, serta langkah-langkah evaluasi yang akan dilakukan guna meningkatkan keamanan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Polda Sumatera Selatan yang menjelaskan secara rinci kronologi peristiwa tersebut maupun hasil evaluasi internal atas insiden tersebut.
Publik kini menantikan penjelasan resmi dari kepolisian sebagai bentuk transparansi sekaligus untuk memberikan kepastian bahwa sistem pengamanan di lingkungan Mapolda Sumsel tetap berjalan secara optimal demi menjaga keamanan objek vital dan kepercayaan masyarakat.













